Assalamualaikum, bravo sepak bola! hehe. Okay apa kabar teman-teman?semoga baik-baik saja. Pembahasan di blog kali ini saya agak sedikit nyeleneh, saya ingin berbicara mengenai opini saya soal hukum dan peradilan di Indonesia.

Secara sederhana hukum dan peradilan selalu disimbolkan dengan gambar sebuah timbangan yang mana berat sisi bagian kanan seimbang dengan sisi bagian kirinya, itu artinya bagi setiap manusia atau kelompok yang merasa tidak diperlakukan seimbang(adil) bisa mencari keadilan itu lewat jalur hukum.

Yang terjadi di Indonesia sekarang, sektor hukum dan peradilan yang sedang berjalan ada sisi baik dan buruknya. Sisi baiknya adalah adanya beberapa peraturan-peraturan yang dinilai tegas dan bisa membuat efek jera kepada yang melanggarnya, contohnya adalah hukuman bagi yang mencuri adalah penjara dan denda. Tentu semua orang tidak ingin di kurung dalam suatu ruang dengan jeruji besi karena mobilisasi mereka terbatas dan sudah dipastikan sulit berkembang kehidupannya.

Bagi sebagian orang yang terkena sanksi akibat mencuri merasakan hal yang tadi saya bilang, mereka bosan, tidak bisa berkembang, dan akhirnya jera. Tetapi tidak untuk sebagian orang yang lain, ada yang terkena sanksi akibat mencuri tetapi di dalam penjara mereka bisa berkeliaran keluar masuk penjara, mendapat perlakuan istimewa seperti penjaranya di beri AC, tempat tidur, dsb.

Kalau kita telisik ke dalam tentang kasus ini, mereka yang terkena efek jera telah merugikan warga negara kita mungkin mereka sempat mencuri sepeda motor yang bernilai 12juta rupiah, dan akhirnya mereka terkena sanksi yang pada akhirnya bisa membuat mereka jera. Namun ada juga orang yang telah merampas uang negara atau bahasa updatenya korupsi milyaran rupiah mereka bisa hidup enak. Apa jangan-jangan semakin besar kita mencuri uang dan semakin besar kita merugikan negara kita akan mendapat sanksi yang semakin istimewa?

Pada intinya kekeliruan berawal dari pembuat aturan hukum dan aparat penegak hukumnya, untuk siapa aturan itu dibuat dan jika aturan telah dibuat sudah saatnya hukum itu digunakan sebagaimana mestinya, jangan tebang pilih.

Nah, bagaimana dengan Islam? wah kalo bicara tentang hukum Islam sebagian orang mungkin mengatakan terlalu sadis, tapi saya hanya ingin menekankan bahwa hukum itu dibuat agar kehidupan masyarakat bisa tertib dan tentram, kalau hukumnya tidak tegas sudah pasti banyak pihak yang membangkang.

Islam sendiri mempunyai aturan yang sering orang bilang qisas, mau tau seperti apa qisash?mari kita tanya galileo.hehe. Saya lebih menginterpretasikan kalau qisas adalah hukum pembalasan dengan yang setimpal, misalnya nyawa dibalas nyawa. Dasarnya adalah :

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kamu qishash atas orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Barangsiapa mendapat ma’af dari saudaranya, hendaklah yang mema’afkan mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik.” [Al Baqarah:178]

Dengan adanya qisas kita bisa merasa lebih aman, karena tidak ada orang yang berani melakukan tindak kejahatan kalau hukumnnya sebanding dengan tindak kejahatan. Cerita salah satu keluarga saya yang pernah melihat qisas di salah satu negara arab, bahwa saat itu ada pencuri dan ketika telah dibuktikan bahwa pencuri itu benar-benar terbukti mencuri, maka dihadapan umum pencuri itu dipotong tangannya. Efek jera yang luar biasa sebab :

1. Dihadapan umum si pencuri di eksekusi

2. Sampai kapanpun orang akan tau dia pencuri sebab tangannya telah terpotong,

 

Nah ini adalah hukum Alloh, dan saya mencoba merujuk pada surat Ar Rahman :” Nikmat manalagi yang kau dustakan”

Demi masa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan beramal soleh, nasehat menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran (Al Ashr 1-3)

 

Yak bravo olahraga.hehe. Penulisan saya sekarang judulnya waktu. Waktu itu adalah sesuatu yang kita miliki dan tidak bisa kita ulang kembali, dan waktu itu mempunyai batasnya. Contohnya waktu untuk kita hidup di dunia dari umur 0 tahun sampai dengan ajal, ketika sakaratul maut kita tidak bisa memohon untuk dikembalikannya waktu kita mulai dari 0 tahun itu. Nah makanya banyak yang mengatakan bahwa aset berharga seseorang adalah waktu, waktu bisa membuat kita bahagia tapi salah memanfaatkan waktu akan membuat kita terpuruk.

Oke saya ambil contoh dalam kehidupan saya sehari-hari atau mungkin ini juga bagian dari kehidupan teman-teman.hehe. Umur saya 21 tahun merangkak ke 22 tahun, banyak sekali hal bahagia yang saya syukuri dengan luar biasa karena banyak yang saya inginkan tercapai, tapi banyak juga yang meleset bahkan terkadang membuat saya terpuruk.

Saya bahagia karena umur masih terbilang muda saya sudah berani wirausaha walaupun masih dalam skala kecil, disini saya berharap saya bisa mandiri dan menolong sesama dengan kemampuan yang saya miliki. Saya merasa tidak sepenuhnya sia-sia hidup saya selama ini kalau saya perlahan bisa mandiri , berbeda dengan harus melihat beberapa orang yang ada di pinggir terminal yang masih harus menjadi fakir dan terkadang jahiliyah akan nilai Islam.

Saya dan mungkin sebagian dari teman-teman ada juga yang menyesal, kenapa ya waktu kecil kita ga nurut orang tua seratus persen, andaikan kita lakukan itu pasti hidup kita jauh lebih mudah dan berwarna, ataupun tidak rajin ibadah dari dulu agar lebih dekat dengan Alloh. Nah setelah ada penyesalan itu, waktu terasa sangat singkat dan tidak mungkin dapat diputar kembali. Kita baru sadar saat umur 20 tahun bahwa kita harus rajin dan taat beribadah sejak Baligh(11tahunan) namun gak bakal mungkin toh kita kembali ke umur 11 tahun. Oleh karena itu persiapkan apa yang perlu kita lakukan dan manfaatkanlah waktu semaksimal mungkin. Lantas bagaimana cara mengatur waktu yang baik? Terus terang saya bukan tipe orang yang sempurna memanfaatkan waktu, tapi saya coba berbagi dari apa yang saya ketahui .

1. Sering Ingatlah Kematian !

Seberapa besar dan canggihnya kita, jika kita mempunyai kesenangan yang luar biasa pasti akan hilang. Saya pernah dengar khotib jum’at menyebut hadist rasul ; “sering-sering ingatlah akan hal pencabut kesenangan dan keterpurukan yaitu maut, dan salah satu orang yang cerdas adalah orang yang paling sering ingat mati”

Jika kita ingat kematian, insya Alloh kita hidup di dunia ini merasa sangat sebentar dan kita juga merasakan bahwa kekuatan yang  kita miliki tidak ada apa-apanya sehingga kita berjalan di muka bumi ini dengan rasa tawaduk kepada Alloh.

Adjie Massaid misalnya(update berita dikit)heheh. Siapa yang sangka dibalik keceriaanya dan kebugaran tubuhnya yang masih relatif muda sudah harus bertemu maut, artinya maut tidak mengenal usia dan tidak ada satu orangpun yang tahu akan kedatangan maut.

Mari kita ingat kematian, jangan cuma ingat pacar. Hehehe. Finally jadikanlah dunia sebagai ladang ibadah agar bahagia!

2. Buatlah prioritas terhadap apa yang akan dikerjakan!

Saya pernah dengar dan membaca salah satu artikel bahwa ternyata manusia itu lebih sering menghabiskan waktunya untuk melamun, 50% lebih aktifitas manusia untuk melamun. Halooo ayo minimal kurangi melamun! Banyak hal yang lebih bermanfaat dibanding melamun,jika kita hanya melamun dan tiba-tiba gak lama setelah melamun, suatu proyek besar atau maut menjemput kita, apa yang kita dapat? Ya jawabnya cuma grasak grusuk kerepotan dan akhirnya merugi.

Nah maksud cerita saya di atas adalah ternyata banyak aktifitas yang dilakukan kita sebagai manusia itu bukan akftifitas yang menunjang sekali untuk produktif. Coba 2 menit kita gunakan untuk ambil pulpen dan tulis di atas kertas apa tujuan kita untuk jangka pendek dan panjang, buatlah tujuan yang besar dengan program-program realistis. Misalnya, Saya adalah mahasiswa, saya punya tujuan menjadi orang dengan materi berlimpah yang bersahaja, nah menurut saya itu tidak realistis karena saya tidak punya ilmu dan teman banyak, oleh karena itu saya buat program-program yang realistis, misalnya saya minimal setiap bulan bisa menambah teman yang bermanfaat untuk berbagi ilmu dan kemudahan sebanyak 10 orang dan pas uda terkumpul menjadi 100 orang saya harus merintis usaha bersama mereka dengan baik.

Simpel sajalah dalam membuat program-program hidup, hari ini harus lebih baik dari sebelumnya, Kita kemarin berbuat maksiat dengan bermabuk-mabukan 3teguk alkohol,sekarang kita kurangi jadi 1 teguk alkohol, besok sudah tidak mabuk. Tapi kalau perlu harus jangan sampai mabuklah!hehehe.

3. Gagal hari ini bukan jaminan gagal selamanya

Setiap orang yang terlahir di dunia ini adalah pemenang, kenapa demikian? Kita dari waktu sperma saja bisa mengalahkan jutaan sprema yang lain lalu terlahir dengan selamat dan sampai sekarang masih bertahan hidup, bukankah berarti kita itu pemenang dan Alloh telah memberikan kemudahan kepada kita?

Saya pernah dengar salah satu kisah tukang kayu disekitar rumah saya, dulu tidak ada yang mengenal namanya namun perlahan dia mempunyai sedikit modal dan membuat usaha kayu dimana dia adalah ownernya, awalnya dia gagal tapi karena kegigihan dia sekang mempunyai banyak sekali gerai usaha kayu dimana-mana.

Alloh SWT dan Rasul SAW juga mengharamkan bunuh diri, loh kenapa bunuh diri? ya karena bunuh diri adalah wujud perilaku putus asa dan menyalahkan nasib. Jadi siapa yang gagal kemudian menyalahkan nasib serta putus asa maka itu menurut saya adalah HARAM. Ayo kita berubah untuk maju!

Yuk bismillah mulai dari sekarang, harus lebih baik dari waktu ke waktu, dengan selalu dekatkan diri ke Alloh dan berikhtiar tanpa mengenal putus asa, insya Alloh kemudahan dan rezeki itu akan sampai.

Sesungguhnya kekayaan Alloh meliputi alam semesta dan isinya.

Mungkin kebanyakan orang mengenal Nabi Muhammad hanya sebagai seorang utusan Alloh yang menyiarkan agama Islam, artinya keahlian beliau hanya pada kemampuan menyiarkan agama. Tapi siapa sangka beliau ini adalah sosok sempurna yang mampu menyelesaikan semua bidang kehidupan demi kemaslahatan umat.

Mungkin bagi kaum perempuan akan langsung “sumringah” melihat sosok laki-laki yang taat dan handal di bidang agama. Nah, bagaimana bila sosok laki-laki itu selain taat dan handal dalam menyiarkan agama, laki-laki ini juga komandan militer dan seorang enterpreuner, pastilah kaum perempuan ini akan tergila-gila megejar laki-laki itu kemanapun dia berada. Siapa laki-laki itu? Yang pasti laki-laki itu bukan seorang Presiden, bukan ketua MPR dan lebih-lebih lagi laki-laki itu juga bukan saya. hehehe.

Laki-laki multitalent itu adalah Muhammad SAW, atau dalam artikel ini saya sebut Rasul SAW. Jelas sangat beda antara Muhammad SAW dengan saya Mohammad Nashiruddin(loh?)hehe. Oke back to the topic.

Rasul SAW lahir di lokasi yang sangat terbelakang (jauh akan dunia perdagangan, budaya, ilmu pengetahuan), kemudian beliau lahir  dalam keadaan yang mencekam, yaitu pada saat kaum gajah hendak membombardir ka’bah, tapi The Mesenger Of God ini tetap lahir sebagaimana biasa bayi lahir. Pada saat lahir sudah resmi menjadi seorang yatim,  belum lama setelah beliau lahir ibundanya meninggal dunia dan akhirnya di asuh oleh kakeknya yang saat itu menjadi pembesar suku Quraisy,dan tak lama kemudian di asuh oleh pamannya.

Walaupun Beliau hidup di zona nyaman dikarenakan beliau adalah cucu dari kakenya yang menjadi pembesar Quraisy, tapi beliau tetaplah bersahaja,  zona nyaman yang beliau rasakan hanyalah milik Alloh yang di titipkan ke kakeknya bukan di titipkan ke Rasul.dan inilah yang membuat beliau hidup mandiri.

Beliau mulai mengembala kambing saat diasuh oleh pamannya, kenapa kambing? saya pribadi berpendapat, kambing itu untuk jajaran hewan adalah hewan yang paling bau dan repot untuk di urus, sehingga memerlukan kesabaran dan tenaga ekstra. Artinya jika beliau berhasil mengembala kambing mungkin beliau bisa mengurus yang lebih repot dari itu, yaitu mengurus manusia.

Dari hasil gembala kambingnya, beliau termasuk tipikal orang yang jujur sehingga tak sungkan-sungkan pamannya mengajak beliau untuk keliling jazirah Arab belajar berdagang. Dari situ Rasul mulai belajar memahami perilaku masing-masing orang, dan walhasil umur belasan tahun beliau sudah dipercaya sebagai seorang pedagang muda yang bisa dihandalkan dan namanya cukup dikenal di jazirah Arab.

Dari beberapa kisah singkat di atas, saya coba mengambil hikmah dari perjuangan Rasul SAW.

1. Latar belakang kehidupan bukan berarti cerminan masa depan!

Latar belakang beliau memprihatinkan, lahir di daerah terbelakang dari peradaban dan sejak lahir sudah menjadi yatim disusul ibunya juga tiada dan disusul lagi dengan wafatnya sang kakeknya, namun beliau sanggup untuk tetap gagah berdiri seperti rumput yang tak akan tumbang oleh topan(mantaaap). Hehe

Kita bisa bayangkan, bagaimana kuatnya mental Rasul SAW dalam menghadapi semua ujian, mulai dari ditinggalkan oleh keluarganya. Pertama di tinggal ayahnya berarti sama saja di tinggal pemimpin dan panutan keluarga, beruntunglah ibunya mampu mengatasi ini, tetapi ketika itu ibunya juga meninggal, akhirnya kakeknya mengisi kepergian orang tua Rasul SAW yang telah wafat, Namun apa yang terjadi? kakeknya juga meniggal dunia.

Semua ujian telak beliau hadapi, dan dengan tegar beliau lewati sehingga siapa sangka seorang Muhammad SAW ketika masih belasan tahun sudah belajar dan berbisnis sampai jazirah Arab bersama pamannya.

Bagaimana dengan kita? Saya sih terutama malu banget, lahir dalam keadaan aman dan sudah dewasa masih ada orang tua, namun jangankan jazirah Arab kenal saya, lingkungan kelurahan saja belum tentu kenal saya semua. hehehe.

Melihat akan hal ini, maka saya teringat akan beberapa firman Alloh SWT antara lain pada surat Ar-Ra’du ayat 11

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”

Jadi apapun kondisinya, yakinlah kondisi itu bisa kita ubah asalkan kita berusaha keras untuk merubah itu. Kondisi yang semula berada dalam jurang kemiskinan, perselisihan atau ketidak-nyamanan bisa kita ubah asalkan kita benar-benar ikhtiar dan terus meningkatkan kualitas ibadah kepada Alloh SWT.  Penderitaan Rasul SAW lebih berat dari kita, ketika beliau lahir jauh dari fasilitas, tapi beliau mampu menjungkir balikkan keadaan yang tidak menyenangkan tersebut menjad hal yang indah. Bagaimana dengan kita yang hidup di zaman penuh fasilitas?

2. Keluarlah dari zona nyaman dan Kuasailah apa yang akan hendak dilakukan!

Yah sepertinya kalimat ini sering disebut pegiat multilevel marketing,hehehe. Namun inilah yang terjadi. Beliau menyadari bahwa kenyamanan yang beliau dapatkan itu adalah hasil kerja keras kakeknya, kakeknya-lah yang menjadi pembesar suku Quraisy, jadi apalah arti seorang Muhammad jika sewaktu saat Kakeknya wafat. Inilah sosok Rasul SAW yang berpikir panjang.

Kita bisa lihat juga sepak terjang Rasul SAW bagaimana beliau mau untuk mengembala kambing padahal usia beliau adalah usia kebanyakan anak-anak yang masih imut dan gemar bermain. Beliau melibatkan dirinya untuk mengurus kambing, mulai dari memberi makan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kambing sampai dengan memandikan hingga bersih dari segala macam kotoran. Dari aktifitas mengembala kambingnya saja, kita bisa tahu bahwa Rasul SAW bukanlah sembarang mengembala, beliau tahu betul bagaimana cara memperlakukan kambing tersebut.

Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya sekedar berani keluar dari zona nyaman, tapi kita juga harus menguasai medan jika ingin survive di luar zona itu. Apakah kita yakin mampu mengikuti jejak beliau atau minimal mendekati jejak beliau? Tak ada yang tidak mungkin karena kita adalah manusia sempurna, yang sejak lahir sudah menjadi pemenang karena berhasil mengalahkan jutaan sperma yang menjadi cikal bakal manusia.

3. Belajarlah dengan ahlinya!

Beliau sadar akan kekurangannya sebagai anak kecil, tidak mempunyai kemahiran dalam berdagang. Namun dengan cermat beliau belajar kepada pamannya, mulai dari hanya sekedar ikut menemani sang Paman dan bergerak sedikit melayani pembeli hingga akhirnya menjadi seorang pebisnis yang tangguh. Dari situ beliau belajar bahwa modal bukanlah kekuatan utama dalam suksesnya berdagang, kekuatan utama utama dalam berdagang adalah personal branding.

Firman Alloh SWT : Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.(Q.S.16;43).

Lantas maukah kita sukses berdagang dan bekerja? kita bisa meniru cara Rasul SAW dan kita tidak perlu takut akan terpuruk jika kita meniru cara beliau, karena cara beliau tersebut ampuh sepanjang zaman.

4. Bangun Personal Branding!

Jelas sekali Rasul SAW tidak mempunyai modal materi dalam berdagang, beliau hanya menjadi agen(perantara) perdagangan. Tetapi tidak ada modal bukan berarti gagal. Beliau mampu membangun personal branding lewat akhlaknya. Terlihat sederhana tetapi menakjubkan hasilnya.

Kejujuran adalah salah satu akhlah beliau. Sebagai perantara, beliau jujur memberi tahu kepada pemasoknya bahwa hasil penjualan barang dagangannya senilai sekian, dan kepada pembelinya beliau jujur bahwa barang dari pemasoknya senilai sekian. Dari kejujuran soal harga saja pembeli pun akhirnya simpatik dengan cara-caranya, maka tak tanggung-tanggung berita ini terdengar langsung oleh saudagar kaya raya bernama Siti Khadijah, Rasul SAW diangkat Siti Khadijah sebagai pertenr kerjasamanya. Dan sejak di tangani Rasul SAW barang dagangan SIti Khadijah untung 2 kali lipat.

Personal branding yang kedua adalah silaturahmi, Rasul mempunyai pemikiran untuk jangka panjang, apapun yang terjadi dengan barang dagangannya, jika pembeli itu tidak membeli barangnya maka tetap Rasul memperlakukan dia baik, mungkin cara ini akan berdampak bahwa sewaktu saat pembeli itu akan berjumpa dan akan memerlukan Rasul SAW. Dan inilah ayat Alloh dan Hadist Nabi mengenai Silaturahmi.

Firman Alloh SWT; Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’ 4:1).

Kemudian Hadist Nabi Muhammad SAW ; “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”

Kalau pakai bahasa anak sekarang yaitu bergaul, mari bergaul secara Islami demi menunaikan perintah Alloh SWT dan Rasul.

2010 Indonesia menangis, selogan-selogan PRAY FOR INDONESIA dan sejenisnya pun ada dimana-mana, ada yang semula memang peduli dengan bencana alam di Indonesia, tetapi ada juga oknum yang memanfaatkan moment ini untuk meraup untung dan popularitas.

Saya coba membayangkan, kira-kira untuk membangun rumah yang sangat sederhana tapi layak saja minimal harus merogoh kocek 100juta, nah bisa bayangkan berapa rupiah yang harus di bangun untuk merapihkan di Mentawai dan Merapi, di tempat-tempat itulah sejumlah rumah rusak, ladang pertanian dan mata pencarian penduduk rusak di lalap bencana alam.

Tsunami di Mentawai menewaskan 500 warga, sementara meletusnya gunung Merapi membuat 390 ribu orang mengungsi dan 109 jiwa tewas. melihat bangkai tikus seekor saja saya sudah sempoyongan, hehehe. Terlebih jasad manusia yang segitu banyaknya.

Ketika bencana terjadi, barulah pemerintah sebagai front liner kalang kabut. Ada yang kalang kabut karena takut posisinya terancam, ada juga yang kalang kabut karena merasa dapat job bencana alam.hehehe.

Pada intinya marilah kita introspeksi diri kita masing-masing, karena bencana alam itu terjadi akibat keteledoran kita sebagai manusia. Yuk kita tengok ke belakang.  Zaman Nabi banyak juga bencana semacam ini, seperti Nabi Luth, Syuaib, Musa . Misalnya kita ambil contoh pada zaman Nabi Luth. Pada zaman itu, Nabi Luth ingin berdakwah seperti kebanyakan nabi-nabi sebelumnya, yaitu mengajarkan ajaran Tauhid, namun kaum yang di hadapi Nabi Luth bisa saya bilang kaum paling jahat dari kaum terjahat di muka bumi(hehehe lebaydetected), bayangkan saja mereka itu adalah kaum paling kafir, kaum paling bodoh karena menyembah berhala, kemudian penyamun, serta parahnya lagi suka sesama jenis lebih dari wajar(homoseks).

Nabi Luth terus berdakwah, sedikit demi sedikit hari demi hari ujian terus datang, Nabi Luth dipojokkan dan di anggap manusia “sok bersih”, akhirnya puncak keingkaran kaum itu tercapai ketika homoseks kian mewabah dan mereka menantang agar jika Alloh Tuhan Nabi Luth yang layak disembah coba buktikan dengan turunkan adzab kepada mereka. Saya pribadi menantang preman kampung di pojokan terminal sudah merinding, bagaimana kalau menantang Tuhan, ngerinyaa..hehe.

Nabi Luth pun mengaminkan permintaan kaum laknatulloh tersebut, well nabi Luth berdoa dan peristiwa ini telah di dokumentasikan dalam surat Al-Ankabut ayat 29 dan 30 sebagai pelajaran manusia;

Datangkanlah kepada kami adzab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (Al-Ankabut: 29). Karena itu, Nabi Luth meminta pertolongan Allah swt., “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (Al-Ankabut: 30)

Taraaaaaaaa, permintaan adzab  kepada kaum Luth yang membangkang termasuk iisteri Nabi Luth itu dikabulkan Alloh, Alloh menyerukan kepada malaikat-malaikat agar segara laksanakan perintah Alloh untuk mengadzab mereka, para malaikat tadi menyamar menjadi manusia yang gantengnya bukan main dan datang menjadi tamu Nabi Luth, namun Nabi Luth tidak mengetahui bahwa tamunya adalah Malaikat.

Isteri Nabi Luth mengetahui ada tamu rupawan dan memberi tahu kepada kaum yang terlaknat itu bahwa di rumah Nabi Luth ada tamu rupawan, mereka pun langsung terbawa shaywat untuk menyerbunya dan menyodom tamu Nabi Luth namun tamu-tamu itu langsung mengepakkan sayap dan berkata kepada Luth agar segera meninggalkan rumah bersama kaum yang taat dan jangan pernah menoleh ke belakang.

Di penghujung malam, mereka yang terlaknat menerima adzab, rumah mereka di jungkir balikkan dan Alloh menjatuhkan batu-batu sidjil yang masing-masing tertulis nama-nama mereka yang membangkang.

Inilah musibah kaum Luth, bagaimana dengan di Indonesia?  Alloh telah menjelaskan bahwa telah terjadi kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia itu. maka dari itu marilah introspeksi jangan saling menyudutkan satu sama lain, yang di perbolehkan saling memberi nasihat walau cuma satu ayat.

Wallohua’lam bishawaab.

DUNIA TANPA SEKAT.

Januari 31, 2011

Dahulu lokasi dan waktu merupakan masalah yang dinilai cukup di perhitungkan dalam mobilisasi manusia. Contohnya dahulu jika kita ingin mengetahui suatu informasi yang lokasinya cukup jauh dari lokasi kita berada, kita akan menghabiskan banyak waktu , tenaga dan biaya atau kalau bahasa anak muda sekarang mager(malas gerak)hehehe. Namun kini  sifat mager bisa teratasi karena semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan sistem informasi.

Dengan video conference kita bisa rapat tanpa harus tatap muka secara langsung, kita juga bisa berbincang-bincang dengan  sanak keluarga dan kerabat cukup di depan layar komputer ataupun handphone, aktivitas bisnis dan kerja kita bisa di monitoring melalui kemajuan iptek.

Dunia memang seperti tanpa sekat. Bisa bayangkan, apa yang kita cari jauh dari lokasi kita, tapi mudah sekali untuk di dapat. Bahkan konyolnya lagi akhir-akhir ini mencari jodoh juga lewat sistem informasi bernama internet. Hiyaaa siapa yang mau ikutan terlibat?hehehe.

Oke apapun kasusnya, yang pasti inilah suatu kemudahan akibat kemajuan ilmu pengetahuan. Di dalam Islam sendiri sejak puluhan abad silam dicantumkan di dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 :

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan(1),Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah(2). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah (3), Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam(4). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya(5).

Pertama kali yang harus digubris oleh umat Islam adalah perintah membaca. Membaca itu bagian dari aktivitas menuntut ilmu, yang pada nantinya kita selagi menuntut ilmu kita harus sadar bahwa ilmu itu adalah milik Alloh Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan janganlah sombong terhadap ilmu kita, karena ilmu yang kita dapat itu cuma pemberian dari Alloh dan itu belum ada apa-apanya dibanding ilmunya Alloh.

Perlahan tapi pasti kemajuan sistem informasi dan ilmu pengetahuan tak lepas dari Al-Quran. Walaupun disayangkan umat Islam sendiri yang meninggalkan Al-Quran.